{"id":54,"date":"2009-11-21T22:35:27","date_gmt":"2009-11-21T15:35:27","guid":{"rendered":"http:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/?p=54"},"modified":"2009-11-21T22:49:05","modified_gmt":"2009-11-21T15:49:05","slug":"kahlil-gibran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/?p=54","title":{"rendered":"Khalil Gibran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>&#8220;&#8230;pabila cinta memanggilmu&#8230; ikutilah dia walau                jalannya berliku-liku&#8230; Dan, pabila sayapnya merangkummu&#8230;                pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap                itu melukaimu&#8230;&#8221;  (Kahlil Gibran)<span style=\"background-color: #ffff00;\"><br \/>\n<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">&#8220;&#8230;kuhancurkan tulang-tulangku,                tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta                memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang&#8221;  (Kahlil                Gibran)<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong> &#8220;Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita                ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di                ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta&#8230; terus hidup&#8230;                sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan&#8230;&#8221;  (Kahlil Gibran)<em><br \/>\n<\/em><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">&#8220;Jangan menangis, Kekasihku&#8230;                Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama                dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah&#8230; kita dapat bertahan                terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka                perpisahan&#8221;<em> <\/em> (Kahlil Gibran)<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>&#8220;Aku ingin mencintaimu                dengan sederhana&#8230; seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu                kepada api yang menjadikannya abu&#8230; Aku ingin mencintaimu dengan                sederhana&#8230; seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan                kepada hujan yang menjadikannya tiada&#8230;&#8221;  (Kahlil                Gibran)<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong> <span style=\"color: #ff0000;\">&#8220;Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau                kepadaku dalam kehidupan ini&#8230; pastilah cinta akan menyatukan                kita dalam kehidupan yang akan datang&#8221;  (Kahlil                Gibran)<\/span><em><br \/>\n<\/em><br \/>\n&#8220;Apa yang telah kucintai                laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai&#8230; Dan,                apa yang kucintai kini&#8230; akan kucintai sampai akhir hidupku,                karena cinta ialah semua yang dapat kucapai&#8230; dan tak ada yang                akan mencabut diriku dari padanya&#8221;  (Kahlil                Gibran)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>&#8220;Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih;                dan kesendirianku&#8230; sebengis kematian&#8230; Kemarin diriku adalah                sepatah kata yang tak bersuara&#8230;, di dalam pikiran malam. Hari                ini&#8230; aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas                lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu                yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan                dan&#8230; sekecup ciuman&#8221;  (Kahlil Gibran)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;&#8230;pabila cinta memanggilmu&#8230; ikutilah dia walau jalannya berliku-liku&#8230; Dan, pabila sayapnya merangkummu&#8230; pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu&#8230;&#8221; (Kahlil Gibran) &#8220;&#8230;kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang&#8221; (Kahlil Gibran) &#8220;Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2526,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[804],"tags":[],"class_list":["post-54","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tokoh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2526"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=54"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/54\/revisions\/60"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=54"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=54"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=54"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}