{"id":61,"date":"2009-11-21T23:14:54","date_gmt":"2009-11-21T16:14:54","guid":{"rendered":"http:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/?p=61"},"modified":"2009-11-23T09:51:49","modified_gmt":"2009-11-23T02:51:49","slug":"puisi-khalil-gibran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/?p=61","title":{"rendered":"Puisi Khalil Gibran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">WAKTU<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?<br \/>\nKau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.<br \/>\nSuatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,<br \/>\nDan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?<br \/>\nDan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">PERSAHABATAN<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.<br \/>\nDialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.<br \/>\nKarena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata \u201ctidak\u201d di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata \u201cya\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan bilamana ia diam, hatimu tiada \u2018kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.<br \/>\nJika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.<br \/>\nGerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?<br \/>\nCarilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!<br \/>\nKarena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.<br \/>\nDan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.<br \/>\nKarena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">CINTA<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">AKU bicara perihal Cinta????\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,<br \/>\nWalau jalannya sukar dan curam.<br \/>\nDan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.<br \/>\nWalau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.<br \/>\nDan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.<br \/>\nWalau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.<br \/>\nKarena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia<br \/>\nkan menyalibmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.<br \/>\nDemikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.<br \/>\nLaksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.<br \/>\nDia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.<br \/>\nDia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.<br \/>\nDia merembas engkau hingga kau menjadi liar;<br \/>\nDan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.<br \/>\nCinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Pabila kau mencintai kau takkan berkata, \u201cTuhan ada di dalam hatiku,\u201d tapi sebaliknya, \u201cAku berada di dalam hati Tuhan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.<br \/>\nMerasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;<br \/>\nDan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.<br \/>\nTerjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WAKTU Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu? Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim. Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya. Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2526,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[804],"tags":[],"class_list":["post-61","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tokoh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2526"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61\/revisions\/64"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fhonna.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}